Bumantara?
Tara, Bumantara.
Aku menulis ini sungguh tidak berharap untuk dia baca.
Karena jika dia baca, sebenarnya aku belum siap dengan hal-hal yang akan terjadi selanjutnya.
Yaitu hal-hal yang akan membawanya pergi jauh selamanya.
Tapi sebelum aku menulis ini, sudah kupikirkan segala risikonya.
Termasuk risiko yang akupun belum siap menghadapinya namun aku tetap akan mengikhlaskan kehadirannya.
'bumantara_started following you' . Saat itu yang ada dibenak ku adalah "Tara? Apa kabar dia?".
Setelah sekian lama hilang, kemudian ia hadir melalui pemberitahuan. Saat itu mungkin belum banyak pertanyaan yang bermuculan.
Sampai pada dua hari setelahnya ada satu pesan masuk 'hai' tidak dikenal, entah perkiraan dari mana yang aku yakin kalau 'dia orangnya'.
"Ini siapa?" Tanya ku ingin memastikan. "Ini Tara Jan, masih ingat?".
Tentu ingat Tara. Aku masih ingat. Aku ingat cara kita bertemu, cara kita menyapa, atau bahkan cara kita mengakhiri semua cerita yang tidak pernah kamu akui kenyataannya. Lalu apa lagi yang harus ku ingat darimu tar..
"Ingat, kamu dimana?".
"Jakarta Jan, aku kembali.".
Oke Jana. Fokus.
'ia kembali' mengejar mimpinya, bukan menemanimu bermimpi.
"How are u jan? Good?".
Baik Tara, aku baik. Jauh lebih baik sebelum kamu kembali. Jauh lebih baik sebelum kamu katakan 'hai'. Aku jauh lebih baik tanpamu tar.. jauh lebih tenang sebelum kau datang.
"Ya, i'm good".
"I Miss u..
Deg.
..Miss u guys".
Damn it.
Komentar
Posting Komentar